Gabriella dan Monica, kakak beradik dari keluarga guru yang sudah menyandang PNS, keduanya begitu disayangi oleh kedua orang tuanya. Gabriella yang kerap dipanggil Gaby oleh keluarganya, masih berusia 14 tahun, lebih dekat dengan ayah yang senang mengajaknya travelling. Sedang Monica, gadis mungil yang masih berumur 10 tahun, lebih senang menghabiskan waktu bersama ibunya. Perbedaan usia yang lumayan dekat membuat keduanya sering beradu argumen dan menyebabkan perang kecil di tengah keluarga, namun tak sampai waktu habis sehari, keduanya sudah lupa dengan masalah yang baru saja terjadi.
Sore itu, Gaby yang hendak les, maklum persiapan ujian kelas 3 SMP, langsung mengambil susu kotak di atas kulkas, meskipun dia tahu benar, susu kotak yang diambilnya adalah milik Monica dengan taste yang paling Monica gemari. Sekalipun Gaby sudah diberi jatah juga oleh orang tuanya, frekuensi minum susu Gaby 2x lipat dari Monica membuat jatahnya habis lebih cepat. Tanpa ambil pusing, Gaby langsung mengambilnya dengan sedotan sekaligus, diminumnya setengah tergesa-gesa untuk mengganjal perutnya yang keroncongan.
3 hari berlalu, Monica sama sekali tidak sadar kalau susunya diminum Gaby. Hingga saat ketiganya sedang menikmati salah satu acara di televisi, Monica langsung angkat bicara.
"Ma, kok susu kotakku ilang satu to?"
"Uda mbok minum mungkin, terus kamu lupa."
"Belum mah, wong belum tak bawa sekolah."
Gaby yang baru sadar dengan topik pembicaraan Monic langsung tersentak. "Tak minum i, lha mau les Mon, belum makan."
"Yaampun Kak, kok diminum, kan puunyaku. Lak udah punya jatah sendiri to? Susu yang dulu banget juga belum mbok tuker bilangmu mau nuker." Balas Monic merengut lalu langsung sibuk dengan buku paket yang sejak tadi dibawanya.
Gaby beranjak dari sana, lekas-lekas ia mandi, ia mengecek dompetnya. "Belum dapet uang bulanan dari Mama ya?" Ingatnya. "Yaudah deh." Gaby mengambil 20ribuan lalu dimasukkan ke saku celananya. Diambilnya sepeda di garasi.
"Gab, mau ke mana?" Pekik Ibunya tertahan.
"Mompain sepeda. Duluan mah." dusta Gaby
Gaby langsung menuju mini market yang tak begitu jauh dari rumahnya. Diambilnya 2 susu kotak yang waktu itu diminumnya tanpa sepengetahuan Monic dan satu lagi untuknya, setelah itu ia ke kasir.
Di antrian depannya ada seorang ibu, pakaiannya agak lusuh mungkin termakan usia. Gaby menunggu hingga ibu tadi menerima nota pembayaran. Gaby mesih terus memperhatikan ibu yang membeli kebutuhan keluarga tadi hingga saat ibu tadi membuka dompetnya. Shock. Ibu itu mengeluarkan uang 5ribuan dan 2ribuan hingga jumlahnya mencapai harga yang ada di layar komputer. Keadaan uang itu sama juga, lusuh. Hingga yang hanya tersisa 2ribu rupiah di dompet mungil berwarna coklat. Ibu tadi masih berusaha mencukupi kebutuhan anak-anaknya meski uangnya sudah menipis.
Tiba-tiba Gaby teringat pada kehidupannya, pada setiap berkat yang tak pernah kurang bahkan tersisa. Melihat ibu tadi, membuat ia berfikir bagaimana ibu tadi melanjutkan kehidupannya esok dengan uang yang tinggal 2ribu tadi. Gaby langsung membayar nota susu kotak tadi, ia hening. Di perjalanan pulang ia masih termenung, banyak orang-orang yang lebih kekurangan darinya, ia ingat mengambil hak milik adiknya untuk dia sendiri, padahal ia sudah diberi. Ya, kurang bersyukur. Hal lain yang ia renungkan jadi kalau cuma belum dapet uang bulanan itu cuma hal biasa, orang tua lebih tau mana yang lebih dibutuhkan anaknya, mungkin Mama cuma lupa, mama nggak maksud buat nggak ngasih, melihat ibu tadi seperti melihat kedua orang tuanya, pasti berusaha menuhin kebutuhan anaknya. Gaby jadi menyesal belakangan ini bersungut-sungut karna belum dapet uang bulanan.
Sampai di rumah, Gaby menata susu yang dibeli nya. Lalu mengambil buku paketnya dan mngerjakan soal latihan ujian di kamar.
Sepersekian detik setelah Gaby berlalu, Monica tanpa sengaja meklihat tatanan baru di atas kulkasnya. Ia termenung.
"Kak Gaby mbeliin." Monica masih hening. Antara rasa nggak enak sama yang laiinya.
"Kak, Monic boleh masuk?" Ucap Monic sambil mngetuk pintu Gaby, mendengar jawaban ya dari kakaknya, Monic langsung masuk dan meringkuh kakaknya dari belakang.
"Kak, makasih ya, kakak sayang banget sama Monic, aku minta maaf Kak kalo tadi kasar sama kakak cuma gara-gara susu, maaf ya kak, kakak maafin Monic kan?"
Kakaknya cuma hening, lagi. Ia mengangguk. Dari susu kotak, keduanya dapat pelajaran baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar