Pages

Minggu, 29 Januari 2012

about family

ayah
seorang yang akan selalu menjagamu, walau hanya dalam tatapan mata dan makna dalam kata. Dalam kiasan kata itu, terselip satu keinginan untuk mendidik anak yang ia miliki, membimbingnya dalam jalan yang benar, hingga nanti akan jadi kebanggan baginya, tanpa terselip niat buruk atas kita. Terlalu banyak cara seorang ayah mendidik anaknya. Saat kamu masih kecil dan kamu meminta banyak mainan, namun saa itu keinginanmu tidak terpenuhi, yang terlintas dalam benaknya adalah bagaimana untuk mengajarimu agar kamu tidak selalu meminta dan berujung pada sebuah sifat 'manja'. Saat kamu ingin kencan dengan pacarmuu (buat cewe) tidak mudah, untuk seorang ayah mebiarkan atau mengijinkan putrinya pergi begitu saja dengan lelaki yang belum ia kenal dari begitu banyak tanya, yang terlintas adalah bagaimana cara menjagamu, karena masih panjang perjalananmu di dunia ini. Mungkin kamu sedih, sebal, anyellll saat keinginanmu tidak terpenuhi, bahkan kamu ingin berontak, padahal saat itu, ayahmu sedang mencari cara untuk mewujudkan kebahagiaanmu kelak. Jangan menghakimi atau menuntut ayahmu, jangan sampai kau bernuat bodoh karena sebuah masalah sepele, saat dia pergi kelak, pastilah kamu akan merindukannya, dari hal-hal kecil bahkan bentakannya.

ibu 
wanita yang selalu tegar dalam kerasnya belenggu, sahabat yang sangat dekat dengan kita saat kita masih dalam kandungan, wanita yang akan selalu menerima keluh kesah dan berakhir dalam dekap dan saran. merintis penat selama 9bulan saat mengandung bukan hal yang mudah dilakukan, ia adalah wanita dengan lidah manis yang dapat menyatukan hati yang retak, sekalipun a pernah menyakiti perasaan kita, tapi apakah kita juga tau, makna dari lontaran tersebut? yahhh, maksud bu itu sebenere baik yoo, mau ngasih tau kita, tapi kitane sing ngeyel, jadi satu-satune cara yaa dengan agak mbentak dengan harapan kita berubah. Ibu ituu baik banget, dia nggak akan menampakkkan kesedihannya, walaupun entah berapa banyak ia berkorban walaupun kita nggak sadar sama pengorbanan ibu, alias ngentengke, saat ibu bangun pagi cuma buat nyiapin sarapan, itu juga udah termasuk pengorbanan, bayangkan nak kamu ndak punya ibu? sapa yang care? sapa yang peduli? sapa yang ngurusi?

the last

saudara
banyak dari kita nih, kadang suka pengen nggak punya saudara, aku juga kadang gitu -_- tapi setelah tak pikir aku salah, Tuhan menghadirkan sodara buat aku, aku haruse bersyukur, dadi aku nggak kesepian, meskipun kadang yaa nganyeline erwh banget, jail, marai brisik, marai emosi, tapi yaaa ituu yang suatu saat bakal kita kangeni nek kita uda gede, uda punya suami, istri, keluarga baru, aku sadar, saudara kui kadang juga ngebantu banget, dan bikin kita senyum nglewati hari-hari, benn kita nggak bosen ama idup, dadi nggak monoton ngonoo (:

mungkin ini yg isa tak sampaikan, sederhana sih, bagaimana kamu bisa mensyukuri keluargamu apa adanya, dan punya waktu bersama mereka, sebab Tuhan telah menjagamu lewat mereka, jangan sampai suatu saat anda menyesal karna perbuatanmu sendiri. Tanpa merekapun, kamu belum tentu bisa menghadapi dunia ini, dan berdiri sendiri melawan semua yang bisa terjadi dalam hidup ini . Tuhan memberkati :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar