Pages

Senin, 02 Juli 2012

ternyata kau yang mengajariku

Rofi, gadis berusia 16 tahun itu..
Memandangi langit-langit kamarnya, hening namun pikirannya melayang menembus waktu dan jarak, menembus kenangan yang sudah dipupuk dalam-dalam.


"ternyata kau yang mengajariku, mencintai dan membiarkan rasa sayang tumbuh di labirin hati, mengajariku memperhatikan seseorang dengan begitu sempurna."

"ternyata kau yang mengajariku, apa itu mengasihi tanpa syarat, tanpa memandang lebih dan kurangnya dirimu"

"ternyata kau yang mengajariku, belajar tegar, meski tiap saat kau menyakitiku, dan kau tak pernah sadar melakukan itu padaku."

"ternyata kau yang mengajariku, tentang kesetiaan menunggumu, dan selalu menunggumu, tanpa aku kapan kau akan datang menjemput hati yang hampir lelah menantimu."

"ternyata kau yang mengajariku, tentang bagaimana merangkai kata-kata indah untukmu, meskipun kau tak pernah tau bahakn tak sempat berfikir jika kata-kata yang kurangkai itu untukmu."

"ternyata kau yang mengajariku, tentang bagaimana menjadi dewasa, karena tak semua yang aku inginkan harus terpenuhi."

"ternyata kau yang mengajariku, tentang tak menjadi egois karena dia telah merenggutmu dari hidupku. perlahan, namun kau takkan kembali.'

"ternyata kau yang mengajariku, menjadi yang lebih baik dengan kata-kata yang pernah kau tuturkan kepadaku. meskipun itu.. dulu."

"ternyata kau yang mengajariku, menjadi gadis kuat yang bertahan meski kau dan dirimu hilang lebih cepat dari yang kubayangkan."

"ternyata kau yang mengajariku semua ini, tentang kerinduan yang menyesakkan tenggorokan, kerinduan yang hampir membunuhku setiap saat, kerinduan yang melukiskan wajah dan senyumanmu di lorong otakku."

"kini aku berfikir, apa aku berdosa mencintaimu hingga saat ini?'

"dan apa aku berdosa jika aku berpura-pura tidak merasa kehilangan dirimu?"

"dan apakah aku berdosa jika terlalu berharap kau juga merasakan yang aku rasa?"

"tapi terimakasih, atas seluruh kenangan, dan gores yang pernah kau lukis di sini. mereka masih ada, tidak akan hilang. mereka di hati."

Rofi menutup wajahnya yang tanpa sadar sudah basah. Kristal-kristal cair itu menyusuri seluruh wajahnya, tanpa kecuali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar