Sita masih sibuk merapihkan rok panjangnya yang mulai nylempit, namun tatapannya tak pernah berlih dari pria itu, ada geram dan penasaran yang bersarang dalam kedua matanya, tanpa sadar tangannya mengepal dan mulai menepuk-nepuk tembok yang dipakainya bersandar. Pria itu masih tertawa, mungkin ada lelucon kecil yang dilontarkan wanita di sebelahnya, motor si pria masih setia di samping mereka, Sita menerka-nerka siapa wanita itu, kalaupun satu kampus, sama sekali dia tak pernah melihatnya mondar-mandir di gedung kampus ini, Sita mulai mengingat-ingat, kesepuluh jarinya menari-nari.
"Gila, uda cewek ke sepuluh, stress." Dengusnya.
Beberapa waktu lalu ia tanpa sengaja ia melihat pria ini sedang memilih novel remaja bersama wanita lain di gramedia, beberapa hari sebelumnya, lagi-lagi dia juga menemukan pria ini namun dengan wanita yang lebih dewasa.. wajahnya, ia hampir tak ingat berapa kali ia menemukan pria ini dengan banyak wanita, sedihnya, Tuhan selalu mengijinkannya untk menangkap pria ini, kayaknya no orang kayak setan juga, nongol dimana-mana -_-
Tadi niatnya Sita mau langsung pulang, tapi baru ia akan melangkah ke parkiran, udah dapet pemandangan yang malah bikin penasaran.
Sita hanya mengenal Arbi sebagai pria yang lebih suka berinteraksi dengan kawan prianya, dengan yang lain sepertinya, mereka bukan termasuk dunianya, Arbi selalu duduk di bangku belakang, Sita jarang berinteraksi dengannya, hanya satu obrolan kecil, dan setelah ia menangkap Arbi dengan predikat pemain wanita, hal ini tanpa tahu sebabnya, hal ini membuat ke-kepoannya makin berkembang liar, tadi pagi Sita memiringkan posisi duduknya, lalu diam-diam memandang Arbi yang masih sibuk mencatat apa kata dosen, sebagai barisan cowok, dia termasuk rajin, wajahnya polos, tidak menampakkan wajah playboy yang melekat pada dirinya, mungkin itu yang bikin banyak wanita langsung klepek sama bualan cintanya, Sita mendengus, memandanginya beberapa detik diselingi wajah nakalnya pada banyak wanita membuat dia gemas, pengen nonjok atau apapun yang bikin pria ini kapok dan nggak semena-mena sama perasaan wanita, emangnya belum pernah ngrasain di sepuluhin apa? Segitunya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar