Pages

Rabu, 14 November 2012

bukan peran antagonis II

"Renaa, cepetan.. Nanti novel bagus nya keburu abiss." Sita menarik-narik tangan kanan Rena.
"He? Ha?" Balas Rena ngahngoh, sama sekali nggak liat wajah Sita yang mulai merah, tatapannya masih fokus sama ponsel di tangannya.
"Lo mau sampe kapan ngeladenin Radit? Iya, gue doain ntar lo jadian, tapi cepetan, jalanan macet kalo siang, novelnya ntar keburu abis."
"Ngh? Iya, iya." Rena masih manggut-manggut, nyengir sama ponselnya.

Sesampai di salah satu gramedia book store di salah satu mall, Sita langsung merenggangkan lengannya. Rena masih mengekor Sita, pandangannya masih ke ponsel, smsnya Radit sudah mengalihkan dunianya, di motorpun Rena fokus sama ponsel, padal udah diwanti-wanti Sita biar nyimpen tu hp di tas dulu, untung nggak ada tangan jail yang siap nyamber.

Baru setelah Sita sampai di rak yang isinya novel, Rena ikut memperhatikan dan menjejalkan ponselnya ke dalam tas.
"Udahan tu pdktnya?" Ucap Sita sambil memilah buku.
"Gue nggak pdkt tau, gue takut kena php." Rena menebalkan bibir bawahnya sambil melirik Sita.
"Nyindir gue?" Sita tertawa kecil. "Gue belum dapet ijin aja punya pacar, jadi ya biar gini dulu lah, hidup nggak cuma tentang cinta kali." Selorohnya sambil melet.
"Iye bu, pakar cinta nih kayaknya. Nih, novelnya, mau Esti Kinasih apa Mira A, apa Illana Tan? Dia tanpa aku bagus nih, gue pernah baca sinopsisnya." Rena tersenyum simpul.
"Bentar." Sita membaca sinopsisnya kilat. "Gue beli deh."

Setelah membayarnya, Sita memutuskan untuk cuci mata, muter-muter sejenak sama Rena, mata kuliah hari ini udah bikin puyeng, kalo refreshing kayak gini kan lumayan bikin otak cair lagi, setelah sampai di lantai 3, sampai di ujung foodcourt, tiba-tiba langkahnya berhenti, set! tangan kirinya menahan Rena biar nggak terus jalan.
Lagi-lagi pria itu-_-

"Ren, tukan Arbi sama cewek lain lagi, cewek yang pernah gue temuin waktu apa ya? gue sampe lupa, pokoknya pernah gue liat tu cewek, sinting banget, nggak pernah mikir apa kalo tiba-tiba kesepuluh ceweknya tau kalo mereka disepuluhin? Ngaak ngehargain hak asasi mencintai orang lain, coba lo---." Ucapan Sita tersendat, Rena menyumpal mulut Sita dengan potongan kue yang dibawanya.
"Kalo mau orasi jangan disini, ntar gue mintain microfon kampus, sono lo orasi tentang demokrasi sekalian."
Setelah Rena selesai dengan kata-katanya ia melepas kuenya dan membiarkan kue itu ditelan Sita mentah-mentah.

"Aduh gue jadi seret, tapi gue.... oH gue punya ide." desis Sita sambil tersenyum kecil.

Arbi sama cewek yang dipanggilnya Wina masih menikmati makanan di mejanya, mereka duduk di salah satu bangku yang sekitarnya tidak terlalu ramai, ramaipun sepertinya tidak akan membuat dunia mereka bercampur aduk.
BUKK!!
Suara meja yang ditepuk itu terdengar kasar, sontak membuat Arbi dan kekasih ke-x nya turut menoleh.
Tatapan Sita sudah lebih dari tajam, kedua rahangnya mengatup keras, kelima jarinya yang menempel di meja ikut menegang.
"Jadi ini cewek baru? Kita putus Bi." Singkat, pedas, konyol, gila-_-. Sita langsung ringsut dari situ, melangkah dengan langkah selebar-lebarnya menyusul Rena yang cekikian di salah satu outlet makanan, Sita menyeringai lebar pada Rena sambil mengacungkan jempol. Sita langsung mengambil tempat di samping REna berdiri, melihat dengan bebas cewek itu menatap Arbi geram, berdiri dan mengucapkan kata-kata pada pria itu, dari tatapannya dan bahasa tubuhnya, wanita itu marah-marah, lalu memukul meja, meninggalkan Arbi yang agak nggak ngeh. Sita tertawa terbahak-bahak. Emang jahat sih, ketawa padal orang lain dalam keadaan kayak gitu.
Sita juga sadar nggak seharusnya dia ngelakuin hal itu sama Arbi, dia tau Arbi mesti bakal rusak hubungannya, tapi kalo dia nggak kayak gitu mau jadi apa Arbi? Pengen jadi plkayboy seumur hidup? hal buruk itu harus ditumpas man!!! mau jadi apa generasi kalo isinya janji palsu dan sama aja php kayak gini?
Oke stop. Di sisi lain, Sita mau nyiapin mental, kayaknya besok bakal jadi hari terburknya, kayaknya bakal jadi makananya Arbi abis-abisan, tau sendiri, Sita udah ngerusak hubungannya sama orang lain tanpa ada hak sama sekali.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar