Pages

Kamis, 25 Oktober 2012

penggetar hati sesaat (end)

"Jadi gimana? Mau lanjut 'dolan' apa langsung pulang aja?"
"Setress." Blas Rena sambil mencubit lengan Ronald. Rena langsung menatap Ronald dan membawa lirikannya ke Bintang, kalo dipanjangin 'lo galiat apa Bintang sedih gitu -_-'
"Kayakknya, Ronald udah tau relikuinya ini malem ini deh." Gumam Rena.
"Oh.." Balas Ronald. "GWS ya Bin, gue tau ada yang better buat lo ntar, caya deh." Ronald manggut-manggut.
"Ajak gue kemana, yang bikin gue happy, Rena ikut gue aja, lo naik motor sendiri." Balas Bintang, Rena melongo (lagi).

***
Beberapa waktu, bulan deh kayaknya, Rena udah bisa nemuin senyum pure nya Bintang lagi, kayaknya uda 75% bisa lupa sama kejadian 6bulan lalu, tapi lagi kayaknya, opini, bukan fakta, nggak tau yang sebenernya, cuma yang keliatan, ya moga aja bener.

Rena berjalan gontai, lalu membuka pintu warnet santai.
"Bang, biasa." Rena menyerahkan flash disk sambil tersenyum simpul.
"Pake telor ya neng? yang spesial mau?" Balas Bintang.
"Wuu..." Sahut Rena.
"Yang spesial di hatiku lo neng." Balas Bintang, gombalnya kumat.
"Nggak butuh bang." Balas Rena sambil melet. Bintang merapihkan print-print-an sambil tersenyum.
"Hari sabtu depan ada yang uda booking?" Celetuk Bintang.
"Yaaa, di samain sama warung makan, bisa booking-bookingan." Dengus Rena.
"Jalan yuk Ren.... ajak abang lo kalo bisa."
Hati Rena yang tadi uda melayang, tiba jleb ndlasar sebawah-bawahnya, jalan sama Ronald sama Bintang, sama aja kayak obat nyamuk, hening.

Sampai rumah, Rena langsung meuju kamar Ronald, dan mencubit pipi kakaknya yang uda tidur pules, sambil setengah merem Ronald mendengarkan penuturan Rena.
"Plisss ya mas, besok sabtu, padetin acaranya, biar aku bisa ngedate berdua, kaytanya sayang sama aku mas, lagi ini mas, bisa main berdua sama Mas Bintang, jadi usahain ya Mas, pleaseee." Tutur Rena, Ronald manggut-manggut, sebenernya sih nggak ngerti apa yang Rena omongin.

***

Udah,hari H nya uda dateng, Rena menegaskan lagi penjelasnya esok paginya, ternyata bener dugaannya, Ronald sama sekali ngggak nangkep apa yang Rena omongin malem sebelumnya. -_-
Bintang menjemput Rena dengan Tiger putihnya. Rena meringis pada Ronald Reinald dan Ibunya, ternyata cerita sama RONALD ITU BERDAMPAK BURUK, ORANG SERUMAH JADI TAU SEMUA.

Hampir jam 9 malem setelah Bintang ngajak Rena makan malem di sebuah restaurant, setelah mengajaknya ke timezone disalah satu mall, dan membuatnya dapet reward boneka gede. Rena tersenyum, senyum paling plong.

"Ren, kayak gini, lo ada yang marah nggak?" Tanya Bintang.
"Nggak, kenapa? Lagian siapa? Nggak ada yang punya kok. Ups." Ucap Rena nggak sengaja ngode, lalu lekas menutup mulutnya.
"Tapi ntar kalo lo keyak gini sama cowok lain, gue marah lo."
"Idihh, ngapain."
"Boleh nggak gue sayang smaa lo Ren?'
Jlebb, Rena nggak mampu berkata lagi. Gila, sama sekali nggak percaya sama yang barusan ia denger.
"Gimana? Boleh nggak?"
Rena masih diem, membuat Bintang memutar posisi Rena biar bisa ngeliat dia. Bintang menatap mata Rena dalam, mencoba menelisik kejujuran yang ada di sana, jawaban yang belum teriratkan di sana.
Tanpa sadar Rena mengangguk kecil.
"Tapi kasih waktu ya, biar gue bisa beneran pure sayang sama lo."
"Jangan kelamaan."
Bintang meringkuhnya, tertawa beberapa kali, Rena tersenyum sendu, ada air mata haru. Bintang melepas pelukannya, tersenyum, lalu merangkum wajah Rena dengan kedua tangan, dihapusnya air mata yang mengalir tipis di kedua pipinya yang agak gendut itu. hahahahaha

uda selese nih ceritanya, yang baca dari 1-akhir, makasi ya, emang agak gaje, aku yang buat aja, jugaa anu, haha, tapi gapapa dong ya, hehe, kan dalam proses, jadi ya nggak bisa langsung keren gitu, sebatas menuangkan hobi di sela sibuk sekolah  komen dong  , tetep butuh kritik dan saran dari kalian :) makasi, Tuhan memberkati :)
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar