this fourth blog , the three I forgot the password , LOL , I hope we meet someday , thanks for reading
Selasa, 20 November 2012
perasaan sama uang.. mirip (´▽`)
jadi critanya demi meningkatkan budaya hemat dan suka menabung, dibantuin kakak, gue belajar buat bikin buku pengeluaran, pemasukan, dan saldo, beberapa hari sih lancar, alias uang akhir sama orek-orekkan saldo itu sama. tapi pada suatu ketika, saldo dibuku menunjukkan kalo uang di dompet ilang 5ribu, walaupun nggak terlalu gede, tapi uang 5rb itu masih bisa buat beli pulsa yang bertahan selama semingguann di ponsel, daripada ponsel nggak berpulsa sama sekali? yang gue rasain itu repot. Setelah dicari di saku celana atau saku rok sekolah dan kemeja sekolah, nggak ada, di tas juga nggak ada, tempat darurat penyimpanan uang juga gaada, pada akhirnya, ya udahlah, di relain, walauoun agak eman dikit, wkwk, belum rejeki paling.
alarm yang gue kasi lagu akustikan tiba-tiba narik seluruh pikiran gue dari alam mimpi, yah.. ke rutinitas, sekolah, ulangan, pr, guru, makan, mandi, begitu seterusnya, tapi bersyukur dong, seenggaknya masih bisa menggali ilmu B), sebelum mandi, gue ngubek-ngubek lemari, buat cari seragam sekolah, 'aduh, kok nggak ada' refleks kata-kata itu mencelos aja, setelah lemari yang gue ubek-ubek nggak ngasi seragam hari rabu, tak cari di tumpukkan baju laundry, juga gaada, di lemari adik, papa mama juga gaada (waktu itu mikirnya, kalo kethuttan) jujur ini kejadian ke kalo nggak salah 3 atau 4 -di pagi hari kehilangan seragam- , tanpa pikir panjang, pagi-pagi jam 5seperempatan itu gue langsung ambil sepeda dan langsung ke rumah yang biasa laundry, nggak jauh paling nggak sampe setengah km.
pintunya kebuka, itu artinya yang punya rumah uda melek, gue langsung ketuk pintu aja, pemandangan yang gue dapet ya mesin cuci yang lagi perang sama gantungan baju disana-sini, plus tumpukan baju di salah satu sudut ruangan yang antri buat disetrika, nggak lama kemudian, ibunya dateng.
"Bu, seragam saya ada?"
"Seragam yang putih abu?"
"Iya Bu, udah jadi belum ya?"
"Aduh mbak, belum disetrika itu, gimana?" Ucap Ibu itu setelah ngambil baju dan nunjukkin ke saya.
"Yaudah, nggak papa Bu, nanti biar saya setrika sendiri aja." Dalam hati gue terus bilang 'cepet-cepet' ini udah jam berapa gue belum jadi mandi juga.
"Ditunggu dulu ya?" Ibu itu langsung masuk ke kamarnya, gue langsung ke teras depan dan duduk di sana, nungguin.
Nggak lama kemudian, si Ibu dateng dengan seragam yang uda terlipat di dalam plastik.
"Ini ada uang 5ribu." Ucap Ibu itu sambil menyodorkan seragam.
Gue agak kaget 'kok bisa nyampe sini?' batin gue waktu itu.
Di perjalanan pulang, gue jadi inget sesuatu, gue pernah baca salah satu tweet akun agak galau di twitter, kalo nggak salah gini : kalo kamu membiarkan cintamu pergi, dan dia kembali, brati cinta itu milikmu.
Dan waktu itu sempet-sempetnya gue mikir : brati kayak uang, yang udah gue relain ilang, eh ternyata malah balik lagi, brarti ni uang emang milik gue, wkwk. Dan waktu itu juga, gue kepikiran buat posting ini, oke gue tau ini agak nggak penting.
Jadi intinya ini gue cuma nge-share apa yang ada dalam pikiran gue, terkadang kita harus sadar tentang hal ini, sama kaya uang gue yang udah gue biarin ilang dan balik lagi, sama kayak orang yang lo cintai, mungkin harapan buat sama orang yang lo cintai itu saat ini belum kewujud, justru dia malah sama orang lain, itu nggak mesti kalo dia bukan milik lo. (kecuali kalo uda ada ikatan pernikahan-_- kecuali lo) tapi kalo masih pacaran, kan belum tentu juga :)) yaudahlah, daripada lo nggalauin apa yang belum lo dapet, nggalauin nggak jelas, disamping forsir waktu berharga lo, itu juga bikin kurus, mending lo lepas, nanti kalau Tuhan emang menghendaki dia sama lo, pasti Tuhan akan mempertemukan lo sama dia dengan waktu dan caraNya yang nggak terduga, percaya deh :)) buat saat ini coba cari kegiatan yang bikin lo ngakak setiap saat, senyum tiap saat, dan bikin lo selalu bersyukur atas lembaran yang slalu baru yang udah Tuhan kasih, coba cari pensil warna sama krayon buat nglukis hari-hari lo. Jangan abu-abu atau item, ujung-ujungnya galau itu. Pasti.
Oke, sekian yang dapet gue share, ngrumaosi kathah atur ingkang sisip kaliyan hadamel kuciwaning panggalih panjenengan sekaliyan, kula hamung nyuwun agunging pangaksami.
Nuwun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar